Memuat...

Magister Ilmu Komunikasi

Tulisan

From Grassroots to Global Talks: Kupas Relevansi Komunikasi Membumi dan Penelitian Partisipatif

Dian Rosadi ...
Bagikan:

Kampus Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad kedatangan tamu istimewa. Ananeza Aban atau Angging, Ph.D Fellow at the Department of Conflict and Development Studies, Faculty of Political and Social Sciences, Ghent University, Belgia, sekaligus Senior Research Analyst at the University of the Philippines Center for Integrative and Development Studies (CIDS), Program on Alternative Development ini datang ke Fikom Unpad untuk menjadi pembicara dalam kegiatan bertajuk From Grassroots to Global Talks – Warung Conversation: The Relevance of Grounded Communication and Participatory Methods yang digelar pada Kamis, 16 April 2026.

Acara ini sendiri dilaksanakan dalam dua sesi sebagai bagian dari mata kuliah yang diampu oleh Dr. phil. Subekti W. Priyadharma, M.A.dan Dr. Abie Besman, M.Si. Untuk sesi pertama diperuntukan khusus bagi mahasiswa Sarjana pada pukul 10.00-12.00 WIB di Auditorium. Sementara sesi kedua ditujukan bagi mahasiswa Magister pada puku; 13.00-15.00 WIB di Ruang Oemi. Dalam sesi kedua ini juga dibuka untuk mahasiswa pascasarjana lain serta akademisi yang berminat.

Di depan para mahasiswa, Angging mengungkapkan tentang pentingnya metode penelitian partisipatif dalam memahami masyarakat, pembangunan dan perubahan sosial. Menurutnya, peneliti perlu melibatkan masyarakat secara aktif agar hasil riset lebih kontekstual dan relevan dengan realitas di lapangan.

Angging juga menyebut konsep participatory observation and praxical reasoning sebagai pendekatan penting dalam penelitian sosial. Melalui metode tersebut, peneliti tidak hanya mengamati, tetapi juga belajar langsung dari pengalaman masyarakat.

Selain itu, Angging juga mengajak kepada para mahasiswa menelusuri keterkaitan studi komunikasi dan studi pembangunan. Dia menilai komunikasi memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan.

“Dalam ilmu sosial, tidak ada yang mengalahkan kerja lapangan. Dengarkan dan belajarlah dari masyarakat, lalu analisis bersama mereka,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Angging memberikan sejumlah catatan akademik kepada para mahasiswa. Dalam penyajian data penelitian, dia menyarankan agar peneliti memberi ruang signifikan bagi suara partisipan dan tidak mencampurkan analisis pada bab temuan. Untuk bagian analisis lanjut Angging, sebaiknya ditempatkan pada bab tersendiri yakni analisis data agar struktur penelitian lebih sistematis.

Selain itu, untuk bagian tinjauan pustaka, Angging menekankan pentingnya memahami serta memparafrasekan konsep yang dikutip dengan benar, disertai sitasi yang tepat. Dia juga mengingatkan kepada para mahasiswa agar menghindari penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam menyusun kajian literatur.

Di akhir sesi, Dr. phil. Subekti W. Priyadharma, M.A.dan Dr. Abie Besman, M.Si memberikan cenderamata untuk Angging. Angging sendiri merupakan peneliti yang memiliki fokus ada beberapa studi seperti komunikasi, pembangunan, studi konflik. Dia sering membahas pendekatan partisipatif dalam penelitian.

Suka artikel ini? Bagikan ke teman!

Dian Rosadi

Lihat profil

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *