
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Unpad. Kelvin Mohammad Yusron, mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad berhasil meraih Panasonic Scholarship Asia 2026. Program ini sendiri merupakan beasiswa yang diselenggarakan oleh PT Panasonic Manufacturing Indonesia sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
Kelvin yang merupakan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi konsentrasi Komunikasi Bisnis angkatan 2025 ini menjadi satu-satunya wakil Universitas Padjadjaran yang berhasil lolos hingga tahap seleksi akhir.
Kelvin menceritakan awal mula mengikuti proses seleksi beasiswa tersebut. Mahasiwa asal Kabupaten Bandung Barat ini mengetahui informasi pembukaan Panasonic Scholarship Asia 2026 melalui unggahan media sosial Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) Unpad.
“Saat membaca ketentuannya saya sadar program studi saya, Magister Ilmu Komunikasi konsentrasi Komunikasi Bisnis, tidak masuk dalam daftar prodi yang disebutkan. Tapi saya melihat justru di situlah nilai tambah saya sebagai perusahaan manufaktur global, Panasonic tetap membutuhkan strategi komunikasi bisnis yang kuat, mulai dari branding, komunikasi korporat, hingga membangun kepercayaan publik. Dengan keyakinan itu saya tetap memberanikan diri mendaftar,” kata Kelvin di Bandung, Selasa, 28 Juli 2026.
Perspektif tersebut menjadi salah satu nilai yang Kelvin tonjolkan selama proses seleksi. Setelah melalui kurasi administrasi sejak April lalu, Kelvin melanjutkan ke tahap berikutnya yakni seleksi video profil yang harus diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut, ia memperkenalkan diri dan menjelaskan latar belakang akademiknya serta memaparkan pemahaman mengenai filosofi pendiri Panasonic, Konosuke Matsushita, dan kemudian mengaitkan nilai-nilai perusahaan dengan bidang keilmuan Komunikasi Bisnis yang ditempuhnya. Dalam video profil yang dibuat, semuanya menggunakan bahasa Inggris.
Usahanya membuahkan hasil. Dari sekitar 102 orang pendaftar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Kelvin lolos menjadi 35 finalis nasional dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Unpad pada tahap wawancara.
Saat memasuki tahap wawancara, Kelvin pun melakukan persiapan secara intensif. Dia juga menerapkan teknik presentasi yang diperolehnya selama perkuliahan di Fikom Unpad, termasuk tips presentasi yang pernah diajarkan salah satu dosennya, Dr. Meria Octavianty.
“Alhamdulillah, dari total sekitar 102 pendaftar lintas kampus, saya lolos kurasi berkas, lolos sebagai satu-satunya perwakilan Unpad di tahap video dari 35 kandidat finalis, hingga akhirnya ditetapkan sebagai satu dari 22 penerima beasiswa terbaik se-Indonesia yang berasal dari 10 perguruan tinggi. Saya menjadi satu-satunya wakil Unpad sekaligus satu-satunya penerima dari jenjang Magister Ilmu Komunikasi,” ucap Kelvin.
Pengumuman penerima Panasonic Scholarship Asia 2026 dilaksanakan pada 1 Juli 2026. Sebanyak 22 mahasiswa terbaik dari 10 perguruan tinggi di Indonesia ditetapkan sebagai awardee yang terdiri dari mahasiswa Diploma, Sarjana dan Magister. Menariknya, dari tiga penerima jenjang Magister, Kelvin juga menjadi satu-satunya awardee yang berasal dari rumpun ilmu sosial dan komunikasi. Sementara dua lainnya berasal dari latar belakang teknik dan administrasi bisnis.
Sebagai rangkaian penutup proses seleksi, Kelvin bersama seluruh penerima beasiswa menghadiri upacara penyerahan Panasonic Scholarship Asia 2026 yang digelar di Pana Hall PT Panasonic Manufacturing Indonesia di Jakarta Timur pada 27 Juni 2026 kemarin.
Dalam acara tersebut, sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh jajaran Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia, disaksikan oleh manajemen perusahaan, disertai sambutan dari perwakilan Panasonic Holdings Corporation Jepang, perwakilan penerima beasiswa, serta perwakilan universitas. Setelah sesi seremonial dan foto bersama, Kelvin bersama para awardee lainnya juga berkesempatan mengikuti factory visit ke unit bisnis IAQ (Indoor Air Quality).
Bagi Kelvin, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan keilmuan komunikasi bisnis, khususnya dalam mengkaji praktik komunikasi korporasi.
“Pengalaman ini membuka perspektif baru bagi saya mengenai bagaimana perusahaan global membangun komunikasi bisnis, reputasi, dan hubungan dengan publik lintas negara. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal dalam pengembangan riset maupun tesis yang yang relevan dengan konsentrasi studi saya. Saya juga berharap dapat menjadi jembatan komunikasi yang mempertemukan perspektif akademik komunikasi bisnis dengan praktik industri nyata,” tuturnya.